10 Atlet Indonesia yang Wajib Lo Pantau di Asian Games 2026: Peluang Medali dan Cerita di Baliknya
Uncategorized

10 Atlet Indonesia yang Wajib Lo Pantau di Asian Games 2026: Peluang Medali dan Cerita di Baliknya

Asian Games 2026 tinggal hitungan hari—19 September sampai 4 Oktober, Jepang udah siap jadi saksi bisu perjuangan 432 atlet Indonesia. Targetnya empat emas, dari 35 cabang olahraga yang kita ikutin . Kecil? Mungkin. Tapi di balik angka itu, ada cerita-cerita besar dari atlet-atlet yang layak banget buat lo pantau.

Gue udah ngumpulin 10 nama yang paling berpotensi nyumbang medali. Bukan cuma prestasinya, tapi juga perjuangan dan tantangan yang mereka hadapi. Siap-siap catet, gengs.


1. Rizki Juniansyah & Rahmat Erwin Abdullah (Angkat Besi): Duo Maut di Kelas Berbeda

Ini kayak dream team-nya angkat besi Indonesia. Kabar gembiranya: Rizki dan Rahmat akhirnya turun di kelas berbeda, jadi nggak ada lagi persaingan internal yang bikin deg-degan .

  • Rahmat Erwin Abdullah turun di kelas 75kg—kelas terbaiknya. Dia juara bertahan Asian Games Hangzhou 2022 dengan rekor clean and jerk 201kg yang gila banget . Targetnya jelas: pertahankan emas.
  • Rizki Juniansyah naik ke kelas 85kg buat debut Asian Games-nya. Iya, ini pertama kalinya dia tampil di Asian Games, setelah sebelumnya nyumbang emas Olimpiade Paris 2024 . Tantangannya? Waspadai kejutan dari China dan Korea Utara di kelas baru .

PB PABSI nyiapin delapan lifter, dengan target minimal satu emas dari sektor ini . Pertandingan angkat besi berlangsung 23-29 September di Nagoya City Trade and Industry Center .


2. Jason Donovan Yusuf & Masniari Wolf (Renang): Misi Akhiri Paceklik 36 Tahun

Ini cerita yang bikin penasaran. Indonesia belum pernah meraih medali renang di Asian Games sejak 1990—36 tahun yang lalu! Tapi tim kali ini beda .

Jason Donovan Yusuf, atlet kelahiran 5 September 2007, jadi andalan utama. Di SEA Games 2025 Thailand, dia sapu bersih emas 50m dan 100m backstroke Masniari Wolf juga nyumbang emas 50m backstroke di ajang yang sama .

Tim renang Indonesia ngirim 14 atlet—9 putra, 5 putri—dengan misi mengakhiri penantian panjang . Perlombaan berlangsung 20-25 September di Tokyo Aquatics Centre . Siap-siap teriak dari rumah!


3. Eng Hian & Skuad Bulu Tangkis: Beregu Putra Jadi Andalan

PBSI targetin satu emas dari bulu tangkis, dan peluang terbesar ada di beregu putra . Kepala pelatih Eng Hian (yang akrab disapa Koh Didi) bilang persiapan berjalan lancar dan ganda putra menunjukkan grafik yang sangat baik .

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin baru aja raih gelar di BWF Tour—ini modal penting . Sektor tunggal putra juga punya potensi kejutan, apalagi kalau Jonatan Christie (peringkat 3 dunia) dipanggil .

Daftar pemain baru diumumkan setelah Kejuaraan Dunia BWF 2026 (17-23 Agustus) . Bulu tangkis dijadwalkan 20-29 September .


4. Maria Natalia Londa & Wajah Baru Atletik: Berburu Emas Setelah 12 Tahun

Atletik Indonesia terakhir kali raih emas Asian Games pada 2014—lewat Maria Natalia Londa di lompat jauh . 12 tahun berlalu, PB PASI optimis bisa pecah telur di Jepang .

Selain Maria, ada nama-nama baru yang menjanjikan:

  • Diva Renatta Jayadi (lompat galah)
  • Dina Aulia (100m lari gawang putri)
  • Hendro Yap (jalan cepat)
  • Odekta Elvina Naibaho dan Violine Intan Puspita 

Wakil Ketua PB PASI Tigor Tanjung ngaku target medali emas realistis, meski anggaran terbatas . “Optimis lah, optimis harus tetap dipelihara,” tegasnya.


5. Panjat Tebing: Andalan Lain yang Nggak Boleh Dilewatkan

Di Asian Games Hangzhou 2022, panjat tebing nyumbang dua emas buat Indonesia. Sayangnya, di 2026, nomor-nomor yang jadi andalan kita bisa berubah . Tapi potensi tetap besar, dan cabang ini masuk salah satu unggulan Kemenpora .


6. Lifter Lain: Ricko Saputra & Eko Yuli Irawan

Selain Rizki dan Rahmat, ada dua lifter lain yang layak dipantau :

  • Ricko Saputra (kelas 60kg)
  • Eko Yuli Irawan (kelas 65kg)—veteran yang udah berkali-kali nyumbang medali di ajang internasional.

Dengan delapan lifter dikirim, PABSI punya banyak peluang medali .


Target Empat Emas: Realistis di Tengah Efisiensi

Indonesia ngirim 432 atlet, lebih banyak dari Hangzhou 2022 (415 atlet), tapi target emas turun drastis—dari 7 jadi 4 . Kenapa?

  1. Tiga nomor penghasil emas di Hangzhou nggak dilombakan lagi: running target 10 meter (menembak) dan perahu naga (dayung) .
  2. Anggaran pelatnas turun 79%—dari Rp389 miliar di 2022 jadi Rp81 miliar. Tapi pemerintah nambah Rp95 miliar, jadi total Rp222 miliar .

Menpora Erick Thohir bilang target 4 emas realistis, dan cabang unggulan kayak bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing diharapkan nyumbang .


Tips Nonton Asian Games 2026 Biar Nggak Ketinggalan

  1. Catet jadwal cabang favorit lo:
    • Renang: 20-25 September, Tokyo Aquatics Centre 
    • Angkat besi: 23-29 September, Nagoya City Trade and Industry Center 
    • Bulu tangkis: 20-29 September 
  2. Pantau pengumuman resmi—daftar atlet bulu tangkis baru rilis akhir Agustus .
  3. Cek update dari NOC Indonesia dan media terpercaya—ANTARA, CNN Indonesia, Kompas.id sering update .
  4. Siap-siap nonton malam—beda waktu Jepang cuma 1 jam lebih cepat dari WIB, jadi lo nggak perlu begadang terlalu parah.

Kesalahan Umum Saat Ngikutin Asian Games

  1. Cuma fokus ke hasil akhir. Proses dan perjuangan atlet sering lebih menarik dari medali itu sendiri.
  2. Lupa dukung atlet non-andalan. Kadang kejutan datang dari yang nggak diunggulkan.
  3. Bandrol ekspektasi terlalu tinggi. Target 4 emas itu realistis, jangan kecewa berlebihan kalo hasilnya beda.
  4. Nggak cek jadwal ulang. Jadwal bisa berubah, pantau terus update terbaru.

Penutup: Siap Dukung Merah Putih!

Asian Games 2026 bakal jadi ajang pembuktian buat atlet-atlet Indonesia. Dari duo angkat besi Rizki-Rahmat, perenang Jason-Masniari, sampe skuad bulu tangkis yang siap tempur—mereka semua punya cerita perjuangan yang layak diapresiasi.

Gue sih udah siap-siap ngikutin dari layar kaca sambil teriak-teriak sendiri. Lo gimana? Udah punya atlet favorit yang bakal dipantau?

Anda mungkin juga suka...