Pickleball vs Padel: Mana yang Akan Jadi Olahraga Terfavorit 2026?
Uncategorized

Pickleball vs Padel: Mana yang Akan Jadi Olahraga Terfavorit 2026?

Lo liat feed Instagram belakangan ini. Tiba-tiba semua orang main olahraga raket. Tapi kok raketnya aneh? Ada yang pake bet kayak tenis meja raksasa. Ada yang lapangannya dikurung kaca. Terus bolaunya? Bola pimpong? Bola tenis tapi dipukul pelan? Banyak yang bingung.

Gue juga bingung awalnya.

Yang lagi rame sekarang: Pickleball dan Padel. Dua olahraga impor yang lagi berebut hati anak Jaksel, Surabaya, dan kota-kota besar lain. Keduanya datang dari luar, sama-sama lagi naik daun, sama-sama punya komunitas yang militan.

Tapi pertanyaannya: Mana yang bakal menang di 2026?

Bukan cuma soal olahraganya. Tapi soal gaya hidup, soal bisnis, soal peluang. Karena di balik tren olahraga, selalu ada duit yang muter.

Kenapa Tiba-Tiba Dua Olahraga Ini Naik Daun?

Sederhana. Tenis itu susah. Iya, jujur aja. Butuh tahunan buat bisa rally enakan. Butuh lapangan yang mahal. Butuh fisik kuat. Sementara bulutangkis? Udah dari sononya kita jago, tapi mungkin.. agak mainstream?

Pickleball dan Padel hadir sebagai jalan tengah.

Mereka lebih gampang dipelajari. Lebih sosial. Lebih instagramable. Dalam 30 menit pertama main, lo udah bisa dapet rally seru. Bandingin sama tenis, 30 menit pertama lo masih sibuk ngambil bola.

Gue ngobrol sama Andra (34), mantan atlet tenis kampus yang sekarang lebih sering main padel.

“Dulu gue pikir padel itu tenis versi mini, remeh. Pas pertama nyoba, gue digebukin sama bapak-bapak 50 tahun yang baru main 3 bulan. Gila. Ternyata tekniknya beda. Dan serunya beda. Di tenis lo lari kiri kanan, di padel lo mainnya lebih strategis karena bola bisa dipantulin ke kaca. Kayak catur, tapi berkeringat.”

Sementara itu, Rara (27) yang kerja di kreatif agency malah jatuh cinta sama pickleball.

“Aku nggak bisa main tenis, nol besar. Tapi pickleball? 10 menit udah bisa rally. Seru banget. Terus bolanya lambat, jadi nggak terlalu serem buat yang takut kena pukul. Dan orang-orangnya asik, abis main biasa ngopi bareng. Komunitasnya solid.”

Nah, udah kebayang kan bedanya?

Pickleball: Si Mungil dari Amerika

Bayangin lapangan bulutangkis. Taruh net yang lebih rendah. Terus lo main pake bet kayak raket pimpong ukuran gede. Bolanya bola plastik bolong-bolong, kayak bola wiffle. Itu pickleball.

Keunggulannya:

  • Modal awal kecil. Bet nggak mahal, bola murah, lapangan bisa pake lapangan badminton existing. Makanya banyak venue di Jakarta, Bandung, Surabaya yang mulai konversi lapangan badminton jadi pickleball di jam-jam tertentu.
  • Mudah dipelajari. Aturannya simpel. Servis harus underhand. Bola harus memantul sekali dulu sebelum di-volley di area tertentu. Dalam 15 menit, lo udah bisa main.
  • Sosial banget. Biasanya mainnya ganda. Cepet gantian. Banyak ngobrolnya.
  • Fisik ringan. Cocok buat yang males lari kenceng-kenceng. Atau buat yang lagi healing dari cedera.

Tapi ada kekurangannya. Buat beberapa orang, pickleball itu kedengeran… kurang keren. Iya, namanya “pickle” kayak acar. Bolanya plastik bunyi “pok pok pok” agak lucu. Buat yang biasa main tenis, kadang pickleball dianggap olahraga “pensiunan”. Tapi justru itu mungkin daya tariknya? Nggak perlu jaim.

Padel: Si Elegan dari Spanyol

Nah kalo padel, ini beda kelas. Lapangannya lebih kecil dari tenis, tapi dikelilingi dinding kaca dan pagar besi. Lo main pake raket padat (nggak ada senar) dan bola mirip bola tenis tapi tekanan lebih rendah.

Keunggulannya:

  • Elegan dan estetik. Lapangan padel tuh… keren. Dengan kaca dan pencahayaan yang pas, pasti jadi konten Instagram. Nggak heran banyak ekspat dan eksekutif muda yang demen.
  • Unsur strategi tinggi. Karena bola bisa dipantulin ke dinding kaca, permainan jadi lebih taktis. Lo nggak cuma ngandelin power, tapi juga sudut dan timing.
  • Lebih eksklusif. Sampai saat ini, lapangan padel masih terbatas. Harus booking, harga sewanya lebih mahal. Ini bisa jadi nilai plus buat yang pengin eksklusivitas, tapi minus buat yang pengin main murah-meriah.
  • Cepat naik level. Dalam beberapa kali main, lo bisa ngerasa progresnya. Apalagi kalo lawannya bagus.

Tapi ya itu, modalnya gede. Satu lapangan padel bisa habis ratusan juta buat bangun. Makanya perkembangannya nggak secepat pickleball yang bisa nebeng lapangan existing.

Data Bicara: Siapa Lebih Cuan?

Oke, ngomongin bisnis. Platform olahraga fiktif “Aktiv.co” sempet ngeluarin data awal 2026. Jumlah pencarian “sewa lapangan pickleball” di Jabodetabel naik 340% dalam setahun terakhir. Sementara “sewa lapangan padel” naik 210%.

Tapi dari sisi harga sewa, beda:

  • Sewa lapangan pickleball: Rp 100-200 ribu per jam (rata-rata)
  • Sewa lapangan padel: Rp 250-450 ribu per jam (rata-rata)

Artinya? Pickleball lebih massal. Padel lebih premium. Keduanya punya pasar sendiri.

Yang menarik, di komunitas olahraga, banyak orang main dua-duanya. “Biar variatif,” kata mereka. Tapi kalo disuruh milih satu buat serius, mereka biasanya milih berdasarkan lingkaran pertemanan.

Studi Kasus: Venue yang Beralih dan Yang Bertahan

Gue ngobrol sama pemilik venue fiktif “Sportify” di Jakarta Selatan. Mereka punya 6 lapangan bulutangkis. Sejak setahun lalu, 2 lapangan mereka konversi jadi pickleball di jam-jam tertentu (sore-malam).

“Awalnya takut pelanggan badminton pada kabur. Ternyata malah tambah. Yang main badminton tetep ada, yang main pickleball dateng baru. Apalagi anak-anak muda, mereka suka karena bisa main bareng, nggak perlu jago banget. Kita juga jualan makanan-minuman, lumayan,” kata si pemilik.

Sementara venue padel fiktif “Padel House” di kawasan bisnis Surabaya ambil pendekatan berbeda. Mereka fokus ke korporat.

“Kami sering ngadain corporate tournament. Perusahaan-perusahaan besar ngirim tim. Habis main, lanjut networking sambil minum. Ini nggak cuma olahraga, ini ajang bisnis,” jelas manajernya.

Jadi, Pilih Mana?

Kembali ke pertanyaan awal: Pickleball atau Padel?

Jawabannya: Tergantung.

Kalo lo:

  • Pengen olahraga murah, gampang, santai, dan banyak temen baru: Pickleball jawabannya. Komunitasnya tumbuh cepat, lapangan makin gampang dicari.
  • Pengen olahraga yang sedikit eksklusif, estetik, strategis, dan punya unsur prestigePadel lebih cocok. Tapi siapin kocek lebih dalem.

Tapi buat yang jeli, ini bukan pertandingan “siapa menang”. Ini tentang dua pasar yang beda. Pickleball bisa jadi olahraga rakyat kayak bulutangkis. Padel bisa jadi olahraga ekspat dan eksekutif kayak golf versi lebih cepat.

Buat lo yang punya venue, mungkin jawabannya: dua-duanya. Kalo punya lahan terbatas, pickleball lebih gampang diadopsi. Kalo punya modal gede, padel bisa jadi ikon premium.

Tips Buat Pemula (Yang Baru Mau Nyoba)

Bingung mulai dari mana? Ini tips simpel:

  1. Coba dua-duanya dulu. Cari temen yang punya bet atau raket, atau ikut trial session. Banyak komunitas yang ngadain open house buat pemula.
  2. Jangan beli peralatan mahal dulu. Buat pickleball, bet entry-level cukup 300-500 ribuan. Buat padel, raket sewa dulu aja. Nanti kalo udah cocok, baru invest.
  3. Cari komunitas, bukan cuma lawan main. Dua olahraga ini tumbuh karena komunitanya solid. Main sama orang yang tepat bikin lo betah.
  4. Perhatikan alas kaki. Buat pickleball, sepatu bulutangkis cukup. Buat padel, disarankan sepatu khusus dengan sol herringbone karena sering gerak menyamping.

Kesalahan Umum: Jangan Jadi “Gatekeeper”

Ini nih yang sering terjadi. Begitu suatu olahraga mulai populer, muncul aja orang-orang yang sok jago dan meremehkan pemula.

  • “Ah, pickleball mah tenis pensiunan.”
  • “Padel? Itu mah tenis palsu.”
  • “Lu baru main 3 bulan? Masih amatir banget.”

Please. Jangan kayak gitu. Olahraga itu buat senang-senang. Kalo lo jago, bantuin yang baru belajar. Bukannya ngejek. Karena pada akhirnya, makin banyak yang main, makin rame, makin seru, dan makin besar juga peluang bisnisnya.

Inget, dulu bulutangkis juga dianggap olahraga “kampung” sama orang Barat. Sekarang? Indonesia juara Olimpiade.

Siapa tahu, 10 tahun lagi kita punya atlet pickleball atau padel yang mengharumkan nama bangsa. Tapi itu nggak akan terjadi kalo dari sekarang kita udah sombong duluan.

Jadi, lo tim pickleball atau tim padel?

Atau kayak gue: dua-duanya. Asal diajak main, gas aja!

Anda mungkin juga suka...